Cobaan atau Petunjuk

Melihat judul yang aku buat, bener nggak sih kalau kita itu memang sulit membedakan mana yang namanya cobaan dan mana yang namanya petunjuk.

Yuk coba lihat kasusnya Ayu, dia melihat tunangannya berjalan mesra dengan wanita lain, disaat hari pernikahannya sudah dalam hitungan bulan. Kemudian dia mengalahkan logikanya dengan menyebut kejadian itu merupakan sebuah cobaan untuk mereka yang akan menikah. Lalu tunangannya minta maaf *tentunya karena minta maaf itu gratis, jadi seenak jidat dia minta maaf dan berjanji akan berubah* dan tentunya Ayu memaafkan karena alasan nya yang sudah terlanjur sayang, sudah terlanjur kenal keluarga, sudah lama pacaran dan sudah mau nikah. So.. mempertaruhkan masa depan hanya untuk hal-hal itu? Itukah cobaan? Continue reading

AntiMainstream

LuarBiasaBloggerAda sebuah kisah yang patut menjadi renungan kita bersama bagaimana kita mensikapi hidup dan perjuangannya. Pada suatu ketika seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Gembira hati orang tersebut karena telah melepaskan kesulitan yang diderita oleh kupu-kupu itu. Namun, kupu-kupu tadi mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Continue reading

Kala Jodoh Tak Kunjung Datang

Untukmu yang mulai merasakan kesempitan didada,
karena menanti waktu perjanjian yang tak kunjung tiba.
Untukmu yang mendapati benih-benih kesedihan didalam jiwa,
karena kesepian yang terus mendera.
Untukmu yang setia menanti, namun pelengkap agama tak kunjung menemui,
membuat gundah hati semakin terakrabi.
Untukmu yang pernah salah berharap kepada seseorang,
lantas hatimu menyisakan luka karena dibuat kecewa.
Untukmu yang terus berusaha menemukan teman hidupmu,
namun Allah menakdirkan untuk menunda pertemuan itu.
Untukmu yang was-was dengan masa depan,
kapan saatnya rumah tangga serupa surga itu tercipta.
Agar hati menjadi sejuk, jiwa menjadi tenang, dan dada menjadi lapang,
apa yang perlu kita lakukan?

La Tahzan, innallaha ma’ana (Jangan bersedih, Allah bersama kita) Continue reading

Jilbab (Menutup Aurat itu WAJIB)

Artikel ini saya tulis berdasarkan dari cerita teman-teman ketika kami sedang membahas mengenai jilbab dalam sebuah perkumpulan arisan rempong… Bismillah

Sebenarnya, berjilbab (menutup aurat) itu tidak ada hubungannya dengan akhlak dan moralitas. Dalam pandangan kita, wanita berjilbab selalu diidentikan sebagai wanita santun, kalem, rajin shalat, rajin bersedekah, sering hadir di majelis pengajian, dan berbagai predikat kesalehan lainnya. Boleh jadi dan faktanya sebagian besar wanita berkerudung memang seperti yang di persepsikan masyarakat. Sebaliknya, muslimah yang tidak berkerudung, meski akhlaknya baik, tentu saja dipandang tidak sebaik muslimah berkerudung.

LXoI8RDLIni tentunya merupakan hal yang lumrah dan spontanitas muncul dalam benak masyarakat. Akibatnya, jika kebetulan ada wanita berjilbab melakukan sesuatu yang kontradiktif dengan persepsi jilbab yang dikenakannya, maka sebagian besar masyarakat langsung mengaitkannya dengan jilbab yang dikenakannya. Tindakan itu diangggap tidak sesuai dengan jilbabnya. Lantas muncullah suara miring seperti “Pakai jilbab, tapi kelakuannya seperti itu“. Karena hal inilah, dampaknya adalah sebagian muslimah yang belum berhijab memilih tetap bertahan pada pilihannya untuk tidak mengenakan jilbab. Mereka berpikiran sangat sederhana sekali, “Daripada tidak bisa menjaga sikap saat mengenakan jilbab, lebih baik aku tidak mengenakannya, biarlah aku menjilbabi hatiku terlebih dahulu, (nanti saja pakai jilbab kalau sudah tua, mau wafat)”. Atau muncul slogan unik, “Lebih baik pakai rok mini tapi bermental jilbab, daripada pakai jilbab tapi bermental rok mini.Continue reading