Cerita Kehamilan Anak Pertama

Dua bulan setelah menikah aku langsung positif hamil, awalnya cemas bahkan sampai menangis karena merasa belum siap, apalagi kondisiku sudah pisah rumah dan jauh dari orangtua. Berfikir apakah kami sudah mampu untuk menjaga, mendidik, membesarkan dan memberikan masa depan yang baik untuk titipanNya?

Suamiku mengatakan agarย kami sama-sama merubah cara pandang kami mengenai kesiapan untuk memiliki anak. Dia mengajukan satu pertanyaan :

Lebih baik belum siap tetapi sudah diberikan amanah atau kita sudah sama-sama siap bahkan sudah sangat menginginkan anak tetapi Allah belum mau memberikannya?

BULAN PERTAMA KEHAMILAN

Setelah menikah suami langsung membawa aku pindah ke istana yang sudah disiapkannya untuk kami memulai kehidupan baru berdua, jauh dari orang tua, mertua dan jauh dari kantor aku. Kami bertempat tinggal di Bintaro sementara kantor aku di Pulogadung huft. Jadi aku meninggalkan momon (nama motor beat aku) dan saat ini bolak baliknya dengan kereta. ๐Ÿ˜€

Satu hari sebelum tanggal haid, aku merasa nggak ada tanda-tanda mau haid, biasanya sakit pinggang dan kram perut. Akhirnya iseng suruh suami beli tespack dan memang dasar aku anaknya mah nggak sabaran, sore-sore langsung dicobain tuh tespack nya (padahal anjurannya kan pagi yah :D) dan jreng jreng alhasil nggak perlu nunggu pagi kalau mau hamil yah hamil ajah hahha, langsung deh tuh garis dua muncul dengan warna merah yang gonjreng.

Besok paginya langsung ambil cuti buat cek ke dokter dan ini hal yang ditanyakan Dokter :

Dokter : “tanggal terakhir haid kapan Bu?

Suami : “1ย Juli Dok,ย 

Gw ngebatin : “lah apal bener dia hahaha

Aku langsung USG dan belum kelihatan apa-apa, tetapi mata dokter bilang sudah ada titik yang mungkin adalah janin dan usianya sudah 5 minggu.

What 5 minggu? Mendadak galau lagi karena selama 5 minggu itu aku masih lari-larian ngejar kereta, masih loncat peron dan masih yoga, khawatir janin kenapa-kenapa. Tapi kata dokter kalau belum tahu sih biasanya gapapa.

Ternyata usia janin itu dihitung dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir). Jadi cocok tuh usia janin sama jawabannya suami hahaa.

Tips nih buat cewek-cewek untuk selalu mencatat tanggal awal dan terakhir haid karena itu sangat membantu untuk mengetahui kehamilan dan hari kelahiran bayi nantinya.

TRISEMESTER PERTAMA KEHAMILAN

Trimester pertama itu diukur mulai dari konsepsi sampai minggu ke-12 kehamilan.

Waktu 8 minggu kehamilan, kami sudah mendengar detak jantungnya, rasanya sangat bahagia, akhirnya aku merasakan juga yang namanya mencintai bahkan ketika sebelum bertemu.

Kata si suami “wah detak jantungnya mirip aku” lah iyain ajah deh -__-.

Alhamdulillah aku melewatiย trisemester pertama dengan tetap strong, masih gesit naik turun kereta dan masih cantik :D. Bayi kecil ini juga nggak rewel, aku nggak ngidam, nggak mabok, muntah pun sesekali kalau kebanyakan makan ๐Ÿ˜€

janin

Utun 14 week

Dasarnya aku selalu menganggap ngidam itu hanya sugest, ketika ibu hamil banyak dilarang makan ini itu, keinginan dia untuk makan makanan yang macem-macem jadi lebih tinggi, itulah yang aku sebut dengan ngidam. Jadi aku selalu memberikan sugest positif buat bayiku. Alhasil nggak ada ngidam-ngidam dari bulan pertama sampai bulan ketiga si suami aman nggak di ribetin sama calon bayi dan istrinya ๐Ÿ™‚

Kebetulan aku dan suami type orang yang nggak percaya semua mitos, kita hanya mendengarkan apa yang dokter bilang. Kalau dengerin mitos mah buanyaaakk banget pantangannya, pusing pala mama utun.

Nah disaat kebanyakan ibu hamil menggunakan mitos bahwa keberadaan bayilah yang buat dia jadi males bebenah, nggak bisa masak, males dandan, ngidam ini itu, aku justru merasa nggak ada yang berubah, aku masih rajin bebenah, masak dan dandan juga makin rajin hahaa.

Alhamdulillah pengalaman pertama hamil nggak dibuat sulit ๐Ÿ™‚

TRISEMESTER KEDUA KEHAMILAN

Trimester kedua, mulai dari sekitar 13 hingga 27 minggu kehamilan.

Detik aku menulis blog ini kandunganku sudah masuk usia 25 week, nggak terasa karena kehamilan ini juga memang nggak membuat aku kerepotan, paling hanya sakit pinggang dan itu mah biasa yah. Masuk ke trisemester kedua aku sudah mulai merasakan tendangan – tendangan kecilnya dan sekarang tendangan nya semakin kuat. Utun aktif banget didalam perut, nggak bisa diem anteng lama, sebentar-sebentar gerak, persis aku deh nggak bisa diem hehhe.

Utun juga sudah bisa diajak ngobrol, dia sudah hafal mana suara mamanya, suara ayahnya dan mana suara kereta hahha, kalau dielus-elus ayahnya sudah bisa memberikan respon, ahh lucu banget deh.

utun

Utun 21 week

Waktu 17 week di USG utun tengkurep nggak mau liatin muka dan jenis kelaminnya. Kemudian bulan berikutnya pas USG lagi aku dan suami ajak ngobrol “Utun mama sama ayah mau lihat yah nak muka dan kelamin utun, nanti kakinya dilebarin yah sayang” dan jreng jreng di USG 4D muka nya langsung tuh dilihatin ke kamera dan pahanya juga dilebarin, mirip siapa yahh utun :).

Beneran ampuh loh mengajak ngobrol janin waktu mau di USG. Tapi di usia sekarang kata dokter masih belum fixed jenis kelaminnya, kemungkinan masih bisa berubah, mudah-mudahan bulan depan sudah pasti yah utun jadi mama udah bisa belanja hehhee.

Om Tante.. nanti dilanjut lagi yah ceritanya, sekarang sampai disini dulu, doain yan utun sehat trus diperut mama dan mama juga selalu kuat untuk menjaga utun.

Hamil itu anugrah dari Allah, wanita hamil bukan wanita yang sakit. Keep strong and positif thinking yah mom.

Advertisements

3 thoughts on “Cerita Kehamilan Anak Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s