Penyembuhan Jantung Bawaan Tanpa Operasi di RS Harapan Kita dengan BPJS

Jika takdir hidup dapat kita tentukan sendiri pastinya setiap bayi yang baru dilahirkan memilih untuk hidup sehat selamanya, sayangnya takdir tidak sebercanda itu.

Hasil dari medical check up (MCU) di kantor beberapa waktu lalu telah menyatakan bahwa aku mengalami kelainan jantung bawaan (PJB), tepatnya ada kebocoran pada jantung aku.

“What, sakit jantung! Gw baik-baik ajah. Bahkan gw ngerasa sangat sehat. Gk mungkin gw mengalami kelainan jantung” teriak batin ku saat itu.

Di usia produktif dengan sejuta mimpi yang belum terwujudkan aku harus mendengar kabar yang kurang baik. Tidak perlu lagi aku jabarkan bagaimana perasaan yang aku rasakan saat itu. Obsesiku saat itu adalah…

AKU HANYA INGIN SEHAT

Singkat cerita atas rujukan dokter kantor, aku melakukan Tes Ekokardiografi (USG Jantung) yang sering disebut pemeriksaan Echo di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dan hasilnya memang benar ada kebocoran pada jantung aku yang jika dibiarkan akan beresiko ketika kelak aku menikah dan mengandung.

Foto RSUD

Ilustrasi Echo. Sumber Google

Dokter RS Mitra Keluarga Kelapa Gading mengatakan bahwa PJB yang aku alami ini harusnya diketahui ketika aku masih bayi tetapi kenapa baru terlihat sekarang kami pun sama-sama tidak tahu. Dan untuk kelainan PJB ini harus ditangani dengan Spesialis Jantung Anak, karena SDM Spesialis Jantung Anak disana tidak ada, aku langsung di rujuk ke RS Harapan Kita.

Biaya yang aku keluarkan untuk echo di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading sebesar Rp. 1.400.000. Aku memiliki 2 asuransi swasta yaitu MAG dan Prudential namun seperti yang kita ketahui untuk penyakit bawaan, hormon dsb (Jantung Bawaan, Kista, Miom dsb) itu tidak dicover oleh asuransi swasta.

Aku memutuskan untuk menunda tindakan ini, sambil menunggu kantor bekerja sama dengan BPJS. Ini harapan aku satu-satunya untuk sembuh tanpa harus menyulitkan orangtua dan menguras tabungan buat nikah #tetep.

Untuk sampai ke RS type A dengan menggunakan BPJS yaitu harus dengan rujukan bertingkat. Aku akan bercerita lebih panjang kali ini… jangan bosen yah 😀

Pertama aku datang ke klinik dekat rumah sebagai Faskes 1 dari BPJS untuk meminta rujukan ke RS type B, dari sana aku dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Namun karena di RSUD Kota Bekasi fasilitas BPJS tidak bisa digunakan untuk melakukan lebih dari satu kali pemeriksaan dalam satu hari, jadi aku melakukan tes darah dan echo lagi di hari yang berbeda (bolak-balik).

Aku bertemu dengan Dr. Nurul Rahayu Ningrum  Sp.JP, dia mengatakan bahwa kebocoran yang ada dijantungku ini kecil hanya 3.8 mm dan untuk tipe kebocorannya bisa ditangani di RS Awal Bros tanpa melakukan operasi. Ada rasa lega saat itu, yang pertama karena RS Awal Bros kebetulan sangat dekat dari rumah dan tindakan tanpa operasi itu benar-benar menumbuhkan harapan baru. Ketakutan sayatan dan bekas luka didada memudar.

RS Harapan Kita

Tidak mau menunggu lama, keesokan harinya aku langsung ke RS Awal Bros tapi sayangnya alat-alat yang ada disana tidak lengkap untuk melakukan tindakan terhadap jantung bawaan. Terutama untuk tindakan ADO. RS Awal Bros akhirnya merujuk aku langsung ke RS tipe A yaitu RS Harapan Kita dan seperti di RS Mitra Keluarga, aku dirujuk untuk menemui Dokter Spesialis Jantung Anak.

RS Harapan Kita adalah pusat jantung terbesar di Indonesia, pasien yang datangpun bukan hanya dari Jakarta. Mulai dari bayi sampai yang sudah berumur semua berkumpul disana. Dan RS Harapan Kita adalah RS tempat dimana aku dilahirkan 🙂

5 Oktober 2015 aku ke RS Harapan Kita, sesuai rujukan aku menemui Dr.dr. Indriwanto Sakidjan, SpJP(K), MARS. Pada pemeriksaan pertama aku kembali di echo dan ronsen. Dokter yang lucu dan baik luar biasa ini menjelaskan bahwa kelainan yang terjadi pada jantung ku adalah kelainan PDA (Patent Ductus Arteriosus) atau saluran pembuluh darah besar yang tidak menutup. Dia pun menjelaskan hal yang sama dengan Dr. Nurul Rahayu Ningrum  Sp.JP bahwa tindakan penutupan kebocoran ini bisa dilakukan tanpa di bedah, tapi hanya dengan ADO.

Dengan kemajuan teknologi, kebocoran jantung bawaan dapat ditutup dengan menggunakan alat Gianturco Coil atau Amplatzer Ductal Occluder (ADO) atau penutup saluran antara pembuluh besar aorta dan pulmonal. Tindakan pemasangan ADO dilakukan melalui pembuluh darah besar dilipat paha. Dijelaskan cara tindakan ADO yaitu bagian lipat paha yang akan di coblos alat penutup lubang (seperti selang infus) entah lewat jalan mana pokoknya sampai ke bagian pembuluh darah jantung yang bocor. Jauh kan yah, kok ndak nyasar? Bingung? Sama!

12071137_911240362297736_143601166_n (1)

Pakai gelang & baju mahal

Aku mendapatkan jadwal tindakan bulan Mei 2016 namun karena teman-teman seperjuangan aku rata-rata dede bayi yang rentan sakit panas, pilek dan batuk, aku meminta untuk dijadikan cadangan apabila ada yang mundur jadwal operasi. Dan alhamdulillah luar biasa, 13 Oktober 2015 aku mendapat kabar dari Harapan Kita untuk melakukan tindakan pada tanggal 15 Oktober 2015, aku tidak harus menunggu sampai tahun depan. Senang tapi takut.

14 Oktober 2015 aku masuk ruang perawatan kelas pertama. Hari pertama masih haha hihi hehe hoho, yaiya wong cuma numpang tidur doang 😀

IMG_20151015_111401

Pemasangan Selang Infus

15 Oktober 2015,  jam 4 pagi aku sudah disuruh untuk berpuasa sampai saatnya operasi nanti. Pemasangan selang infus pun dilakukan dengan sedikit drama ketakutan aku sama jarum suntik (yes.. gw nangis kejer ngalahin dede bayi). Karena takut jarum suntik itu, Dokter merujuk aku untuk konsultasi anastesi dulu sebelum dilakukan tindakan. Dengan persetujuan aku sendiri, aku minta untuk dibius total. Padahal seharusnya untuk tindakan ADO cukup dengan bius lokal dibagian paha saja, terutama untuk anak kecil sebesar aku 😀

Jam 14.30 aku dipanggil untuk masuk ruang operasi, sepanjang jalan didorong perawat RS menuju ruang operasi aku nangis sesegukan nggak berhenti-berhenti. Sampai di ruang operasi digodain sama dokter-dokternya, diajak ngobrol, dibuat tenang sampai akhirnya aku nge-fly dan nggak tau apa-apa lagi.

Jam 17.00 operasi selesai dan alhamdulillah berjalan lancar tanpa ada komplikasi. Dengan kesadaran yang belum full aku merasakan papa dan mama panggil nama aku, ciumin aku, tapi aku masih nge-fly belum bisa buka mata. Yang aku rasakan saat itu, jantungku terasa aneh dan pangkal paha terasa nyeri. Tapi kata Dokter itu hanya efek adaptasi saja dan akan hilang dengan berjalannya waktu.

16 Oktober 2015 aku sudah diizinkan untuk pulang 🙂

Saat ini bagian paha masih biru memar dan ada 3 lubang bekas coblosan ADO. Bilangnya sih operasi jantung tapi paska operasi kok malah jalannya kaya orang baru lahiran. Kedepannya aku masih tetap harus check up untuk melihat kestabilan alat yang terpasang didalam pembuluh darahku, semoga semakin baik 🙂

IMG_20151014_124152

Yeayy Pulaaang

Oya, aku akan menjawab pertanyaan yang akan terlintas difikiran kalian.

Keluhan yang aku rasakan selama ini apa?

Nggak ada. Aku sehat. Masih olah raga. Nggak sesek. Nggak membiru dan masih becicilan. Hanya saja kalau beraktifitas terlalu ekstrim rasa sesak dan nyeri itu terasa”

***

Sekarang ini penderita penyakit jantung bawaan (PJB) boleh merasa lega, sebab penyakit yang dulunya cuma bisa diobati dengan operasi, saat ini dapat diobati tanpa operasi. Pengobatan PJB tanpa operasi akhir-akhir ini semakin populer, karena pasien bebas dari resiko operasi, lama perawatan cukup singkat, dan tidak ada bekas/jaringan parut di dada, sehingga secara kosmetik lebih baik dari tindakan operasi terutama pada wanita.

Dan mengenai BPJS, ada yang bilang pelayanan BPJS tidak benar. Bahkan ada yang mau BPJS ditiadakan. Guys, mungkin pelayanan seperti itu hanya ada di beberapa RS kecil. Tapi tidak dengan RS besar seperti RS Harapan Kita. Pelayanan dan tindakan bagi peserta BPJS dilayani dengan sangat ramah dan baik. Rujukan juga bisa dilakukan beberapa kali dihari yang sama. Bagi kami, penderita penyakit yang membutuhkan biaya besar, BPJS sangatlah membantu. Asalkan mengikuti prosedur terutama SEP nya itu harus diutamakan, semua akan tercover dengan baik kok meskipun harus antri dan dijutekkin sabar saja dulu yah :).

Dari awal minta rujukan klinik sampai akhirnya operasi aku berhasil, aku tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Dokter, suster dan staff RS semua baik luar biasa. Terutama untuk Dr.dr. Indriwanto Sakidjan, SpJP(K), MARS. dan timnya dengan tingkah nya yang lucu selalu bertanya setiap kali ketemu “kamu kenapa sih mukanya manyun gitu // Putri sekolahnya kelas berapa” hehee aku imut banget emang yah Dok. Terimakasih banyak Dok 🙂

Terimakasih juga untuk doa dan dukungan orangtua yang sudah mengantar aku bolak-balik ke RS, ngejagain aku selama di RS, nggak ada ketulusan yang paling tulus selain ketulusan orangua. Juga untuk orang tersayang yang care banget setiap hari ngunjungin ke RS, teman-teman yang sudah mendoakan dan mendukung aku. Terimakasih banyak.

Alhamdulillah Ya Allah, Kau masih memberikan ku kesempatan untuk tersenyum kembali, sehat dan bisa berkarya lagi. Aku tidak pernah menyesali takdir yang telah Kau tuliskan untukku. Karena takdir itu, aku dapat melihat ketulusan, aku dapat bertemu dengan orang-orang hebat yang baik luar biasa dan aku akan lebih menghargai hidupku.

Advertisements

119 thoughts on “Penyembuhan Jantung Bawaan Tanpa Operasi di RS Harapan Kita dengan BPJS

  1. nurul says:

    hi mba debbi, sy juga dirujuk untuk ablasi di rs harkit.. deg deg an bgt tp setelah baca tulisan mba debbi merasa lega.. krn gak seseram yg sy pikirkan.. thanks for your sharing..

  2. Toni Widiyanto says:

    Pelayanan Rumah Sakit Mitra Kasih SANGAT MENGECEWAKAN
    Yang pertama
    Pada tanggal 22 Maret 2017, Saya hendak ke Rumah Sakit Mitra Kasih, sebelumnya Saya menelpon dulu untuk mengetahui jadwal dokter yang akan saya tuju. Customer service Rumah Sakit Mitra Kasih mengatakan bahwa jadwal dokter untuk Rabu, 22 Maret 2017 adalah pukul 09.00 WIB.
    Segera setelah mengantarkan istri Saya ke tempat kerjanya, Saya langsung menuju ke Rumah Sakit Mitra Kasih sebelum Pukul 09.00 WIB untuk mendaftar dikarenakan rumah sakit tersebut tidak melayani pendaftaran lewat telefon (kata customer service Rumah Sakit Mitra Kasih waktu itu).
    Setelah saya datang ke Rumah Sakit Mitra Kasih untuk mendaftar, kemudian saya langsung menuju ke Poli THT, disana saya diberitahu bahwa dokter dating pukul 10.00 WIB. Sungguh sangat mengecewakan, waktu saya terbuang disana gara-gara informasi ini. Seharusnya jika ada laporan keterlambatan dokter tidak sesuai jadwal, pihak yang tahu dari rumah sakit tersebut langsung menginformasikan ke bagian customer service atau bagian informasi supaya tidak mengecewakan pasien. Waktu 1 jam bias dipakai untuk yang lain, karena beberapa perusahaan menerapkan potongan gaji per menit selama pekerja meninggalkan pekerjaannya.

    Yang Kedua
    Selasa, 11 April 2017. Karena Saya tidak ingin terulang pertiwa yang pertama tadi, dan dokternya menyuruh untuk terapi lagi setelah obat habis, maka, saya dahului dengan menelpon kembali pihak rumah sakit tersebut. Ketika saya menanyakan jadwal dokter Zainal Poli THT, dia langsung menjawab Senin, Rabu, kamis pukul 09.00 – 11.00 WIB. Ketika saya akan menanyakan hal lain, dia jawab “pokoknya jadwalnya itu” dan langsung menutup telponnya. Customer servicenya wanita.
    Mohon kepada Rumah Sakit Mitra Kasih untuk memperbaiki pelayanannya.

    Terima Kasih

    Kalau mau ke rumah sakit ini, lihat artikel ini juga ya
    http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2011/11/02/164148/empat-rumah-sakit-di-cimahi-diminta-tanggap-layani-pasien-miskin
    http://rumah-sakit.findthebest.co.id/l/1744/RS-Mitra-Kasih

  3. Siti Rochmah says:

    Mba Debbie, anak sy cowok sekarang usia 19 th, kmrn jg didiagnosa PJB ASD, dan dianjurkan untk oprasi. Krn saya tinggal didaerah kab.bms dirujuk ke Rs karyadi smrg atau Rs sarjito jogya. Pdhl sy kepenginya di Rs harkit, krn di jkt ada anak sy yg kebetulan rmhnya dekat dngn harkit. Klo mba debbie sendiri tinggalnya dimana? Dan bgmn caranya dpt rujukan ke Rs harkit? Apa dari Rs tipe B yg ada didaerah mba Debbie? Kmrn wktu pertama periksa ke Rs harkit langsung di cek lagi pa gak mba? Mksudnya di ronsten dll nya. Trus langsung suruh nunggu giliran oprsikah? Apa msh bolak balik kontrol dulu baru ditentukan jdwal oprsinya? Tlng mba WA ya ke no 0857 1399 6627. Mksh banget sebelumnya. Ohya nama saya b rochmah. Klo mba Keke kan memang tinggalnya di sekitar jkt jd ya langsung dirujuk ke Rs harkit ya mba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s