Design Simple Undangan Pernikahan

Hallo Oktober \^_^/

Hallo bulan kondangan, iya undangan pernikahan dong masa sunatan. Disaat bulan September masih eksis lalu datang 10 undangan pernikahan menumpuk dan mengubur semua mimpi belanja online di bulan Oktober. Luaarr biasa.

img1443666475811

Jangan sedih, ini hanya sebagian. Sisa undangan by medsos. Tcakebb!

Kenapa sih harus bulan Oktober? kenapa nggak September, November atau Desember? 

Mungkin sih karena di bulan Oktober ada tanggalnya Sumpah Pemuda tuh, kan lumayan jadi gampang di inget, yang ngerayain juga banyak. Kalau suatu saat ada yg nanya “Ehh cing, kapan kamu nikah” | “itu bro, waktu bulan Sumpah Pemuda” | “la emangnya bulan apa tuh?” | “sek sek…ku cari di google dulu bentar!!” . Tuh kan, kalaupun lupa bulan nikah, tinggal cari di google pasti ketemu 😀

Oke, abaikan ke sok-iye-an aku. Intinya semua bulan tuh sama baiknya buat pernikahan yah dan yang lebih inti lagi sih sebenarnya budgetnya siap di bulan apa 😀 *please jangan ingatkan Keke mengenai calonnya siap dibulan apa*

Menerima banyak undangan ada hikmahnya juga ternyata, yap, aku jadi punya bahan buat update blog lagi :D.

Berbagai macam design dan warna undangan yang lucu-lucu, mulai dari yang terlihat mahal sampai yang sederhana namun elegan membuat naluri aku sebagai wanita yang belum menikah akan menikah berkeinginan untuk mencetak undangan membuat konsep undangan sendiri. Seperti apa sih konsep undangan pernikahan yang aku mau?

Kek gini lohhh…

img1443667583042

Focus di design yah, jangan namanya 😀

Beberapa alasan aku menyukai konsep undangan ini karena :

  • Simple. Fungsi undangan sebenarnya hanya untuk memberikan informasi kita akan menikah dengan siapa, dimana, jam dan tanggal berapa, kan? So, design undangan seperti ini, hanya satu lembar bolak balik buat aku sudah cukup cantik dan elegan 🙂
  • Nama mempelai. Nama sesuai akte kelahiran :D. Entah kenapa aku tuh kurang menyukai undangan dengan adanya gelar di belakang nama mempelainya. Kayak mau ngelamar kerjaan nggak sih. Aku nggak ingin pernikahanku nanti dijadikan sebagai ajang saling pamer gelar antar kerabat mempelai maupun kerabat orangtua. 😉
  • Posisi nama mempelai. Sejauh yang aku pahami mengenai undangan, nama mempelai yang ada diatas artinya dialah yang punya hajat, kasarnya yang membiayai. Nah, karena aku ingin dan akan menikah dengan biaya dari kantong aku dan calon suamiku sendiri, so.. nama mempelai yang dibuat sejajar adalah pilihan yang sangat bijak. *koreksi kalau pemahaman ku salah yah*

Mengenai kalimat di undangan ini aku nggak akan mencontoh sih, karena balik lagi nih mengenai pemahaman yang aku pahami. Dengan kalimat seperti ini,

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami bermaksud menyelenggarakan pernikahan putra-putri kami

artinya ini adalah hajat orangtua, pernikahan yang dibiayai oleh orangtua. Lagi-lagi karena aku ingin dan akan menikah dengan biaya dari kantong aku dan calon suamiku sendiri. So, kata-kata yang akan ada diundangan ku nanti kira-kira seperti ini,

Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Ya Allah semoga Engkau memperkenankan kami

Nah, intinya sih konsep undangan yang aku mau itu simple, elegan dan HEMAT. Jangan sampai budget cathering kurang hanya untuk membayar design undangan yang mewah #iniagaklebay. Tapi kalau punya budget banyak sih yah gapapa, sah sah saja mau bikin undangan lapis emas permata juga silahkan :D.

Aku kepo deh, ada nggak sih kerabat yang setelah membaca undangan kemudian undangannya di laminating? Ya minimal ditaruh dilemari lah *disimpen buat jadi contoh kaya gue sekarang ini loh*. Nggak ada? Yaa kalau gitu artinya tuh undangan kemungkinan dijadi-in ganjelan pintu atau minimal yaah jadi tabokan nyamuklah yaa :D. Mungkin!

Aduh jadi baper nulis tentang konsep undangan tapi akunya sendiri nggak tau kapan mau cetak undangan :(. Yasudah pokoknya selamat menikmati malam pertama, kedua, ketiga, dst…buat keluarga dan sahabat yang akan menikah, semoga menjadi keluarga yg syakinah, mawadah dan barokah.

Semoga nular ke aku juga ,, Aamiin Allahumma Aamiin 🙂

Advertisements

21 thoughts on “Design Simple Undangan Pernikahan

  1. nanoki says:

    Sepuluh undangan kak? Wah.. Bulan ini untung aku cuma dapet dua undangan.
    Hmm.. idenya cocok juga dengan pemikiranku kak, aku bantu doa aja semoga kak Keke cepat menyusul teman-temannya, aamiin.

  2. Wida Zee says:

    Nular ke aku juga teh hehe
    Hahaha ngomong-ngomong soal undangan biasanya ibu suka di simpan dulu terus kalau udah lewat 1 minggu ya di buang ke tempat sampah aja tapi kalau ada undangan yang designnya bgs suka di simpen biar jadi contoh nantinya 😀 hihihi

  3. Alris says:

    Saya pernah menerima undangan sunatan yang lucu menurut saya. Semua nama keluarga disebutkan lengkap dengan gelarnya. Disebutkan juga turut mengundang pak rt, rw, lurah, jawara pasar, ketua pemuda, tetua kampung, kepala dusun, haji anu pengurus musala, dll.

  4. Faris says:

    ayo mbak, kapan undangannya jadi?
    tapi, sumpah Oktober ini banyak yang bakal nikah ya..
    sepupu teman aja ada dua orang yang mau nikah bulan ini. 😀

  5. Dita says:

    iyaaaa bulan ini memang undangan bertebaran, dan aku kurang suka dateng ke kondangan kecuali yang deket banget 😀

    eheheh ehehehe….undangannya kalo udah didatengin ya dibuang sihh, abis gimana ya x_x

  6. dani says:

    Amiiiiin untuk doanya.. 🙂
    Saya dulu undangannya simpel banget, desain sendiri dan nyetaknya pun di kertas ukuran A4, tinggal ditekuk-tekuk aja 😀 Murah meriah tapi jadi heboh buat yang nerima. Jadi pengen posting kapan-kapan 😀

  7. Jejak Parmantos says:

    Ternyata ada makna dibalik undangan ya… aku pikir masalah peletakan nama (misal: mempelai perempuan lebih dulu) hanyalah kebiasaan, bukan siapa yang biayai dan seterusnya… Anyway, aku tunggu undangannye ya mba 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s