Susu Formula TIDAK AKAN bisa menyaingi kebaikan ASI

Hallo blogger, long time no see ya. Ngusir sarang laba-laba dulu ah.. *kibas kibas kemoceng*

Waktu menulis sebenarnya masih belum ada tapi kalau artikel ini nggak aku publish sekarang juga dijamin besok dan seterusnya nggak akan pernah terpublish :D.

img1442545820369

Alhamdulillah telah lahir bayi perempuan aku, selama ini menghilang soalnya lagi proses lahiran. Tapi boong *yakali *kapanhamilnya πŸ˜€

Jadi, tadi pagi aku dapat kabar kalau temen aku sudah berhasil melahirkan bayi perempuan, ikutan bahagia luar biasa πŸ™‚

Dia mengirimkan foto baby nya dengan caption “Tante, cepet kesini bawain aku kado yahh“. Hmmm modus emak-emak baru lahiran semua sama :D.

Ini dia nih si bayi. Lucu yah dede utunnya? Nggak kelihatan? ohh.. iya.. memang sengaja ditutup biar nggak jadi korban akun IG : Jual Bayi Murah.

Sekilas melihat foto baby utun dan pertanyaan pertama yang langsung aku tanyakan bukan berapa BB dan tingginya tapi,

Kok ada susu S** disitu?

“Iya, waktu lahir langsung dibawa ke ruang bayi. Terus dikasih susu formula, semua bayi yang baru lahir kaya gitu dari RS nya”

Loh emang ASI lo nggak keluar?

“Keluar kok, gue juga nggak tau itu, katanya udah ada persetujuannya, suami gw yang tanda tangan”

Laah, jadi lo nggak Inisiasi Menyusui Dini?

“Nggak, pas baru lahir langsung dipisah, ini ajah belum ketemu sama dede nya”

Ggrrrhhh… sebagai perempuan dan calon ibu aku merasa sangat sedih dan kesal. Tapi sama siapa kekesalan ini harus di ungkapkan? Karena kalau dilihat dari kedua nya, baik RS dan orangtua si bayi, keduanya sama-sama bisa disalahkan.

Sebelum melahirkan atau pada saat proses kelahiran, usahakan untuk memesan pada pihak RS/dokter/bidan bahwa akan melakukan pemberian asi exclusive. Ini penting, karena seringkali bayi yang baru lahir diberikan susu formula dengan berbagai alasan. Calon ayah bisa membantu untuk memastikan hal ini dengan pihak RS serta wajib menyemangati calon ibu.

Bukan rahasia kalau rata-rata RS saat ini bekerja sama dengan produk atau obat-obatan. Demi kepentingan komisi mereka sendiri, bayi pun dijadikan korban dengan dalih ASI tidak keluar, si ibu lemah dan berbagai alasan lainnya.

Setahu aku, bayi yang baru dilahirkan bisa bertahan tanpa ASI selama 3 hari. Nah, kalau sudah 3 hari dengan kesabaran dan niat yang kuat untuk menyusui pasti ASI si ibu sudah bisa keluar. Apalagi jika dibantu dengan rangsangan sedotan si bayi kan.

Begitupun dengan orangtua, come on, belajar lebih banyak dulu sebelum memutuskan untuk memiliki anak. “Baca buku. Cari informasi di internet. Jangan males. Jangan rajin bikinnya doang”. Cerita si ayah menandatangani persetujuan pemberian susu formula kepada bayi nya ini sangat miris. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran yah buat para calon orang tua.

ASI adalah awal investasi terbesar yang dapat dipersembahkan untuk kebaikan anak sepanjang hidupnya. ASI juga hak anak yang sayangnya nggak bisa dia minta sendiri. Karena itu kita wajib memberikannya.

Susu Formula TIDAK AKAN PERNAH bisa menyaingi kebaikan ASI. Karena di dalam ASI terdapat semua imunitas ibu terhadap penyakit, bakteri dan virus, yang akan melindungi bayi. Istilahnya kalau ASI adalah produk original, maka susu formula adalah produk KW2.

Semoga kelak aku diberikan anak *tapi harus nikah dulu yah, Ke” aku bisa menjadi ibu yang mampu memberikan ASI exclusive buat anak aku. Dan si suami juga memahami bagaimana menjadi bapak ASI. *calon suami mana.. mana. mana*

Oke sekian dan terima kasih. Keke mau menghilang lagi nyari calon suami.

Advertisements

25 thoughts on “Susu Formula TIDAK AKAN bisa menyaingi kebaikan ASI

  1. @brus says:

    Wahhh mb Keke nih sudah ‘bingitt siap ya … moga2 cepat dapat suami idaman hati (!!!) … Amin YRA
    Duluan do’a ku panjatkan dgn tranparan, terukur dan sepenuh hati … karena ‘hal itu yg mustahal … bukan ‘mustahil lho … πŸ˜‰

    Tentang ASI Bunda Tercinta … (… Betolll sekali apa yg ‘dirisaukan mb Keke – saya salut atas kejelian-nya)… seperti kita ketahui, ASI adalah ‘air mustajab tiada tandingan dan bandingannya – ASI, air yg penuh vitamin dan gizi tiada duanya, kandungan anti body-nya nomor wahid, daya tahan tubuh si-utun meningkat dan selalu stabil – ASI tidak pernah ‘basi selama masih berada dalam pabriknya (susu si-Bunda, bukan dalam kulkas…) πŸ˜›

    Saya kirain … sesudah si-utun dibersihkan oleh bu Bidan/Perawat RS/RB … langsung diserahkan pada Ayah si-utun – utk di-azan-kan/di-qomqt-kan – kemudian baru diserahkan pada sang-Bunda utk disusui ASI Pertama yg Ekslusif … dari pengamatan mb K3k3 kini sudah jauh berobah … rupanya ada yg main kucing2an … saya juga baru tahu nih. πŸ™‚

    Terimakasih mb Keke … postingan ini ‘bernas sungguh … penuh info brilian … πŸ˜€

    • kekekenanga says:

      Masyaallah.. aamiin allahumma aamiin untuk doanya Mas πŸ™‚
      hahha iya yah.. aku hanya mengcopas dari ketikan ibunda nya Mas, mungkin sebelumnya sudah di adzani :D.

      Iya Mas, hampir semua RS sudah bekerjasama dengan produk susu. Jadi pasien dan bayi2 yang baru lahir jadi korban supaya dagangannya laris *istilah kasarnya*
      Hanya kembali lagi kepada pengetahuan orangtua, krn setau ku RS pasti memberikan surat perjanjian kalau si bayi boleh diberikan sufor atau tidak kepada orgtua πŸ™‚

      Trimakasih banyak Mas, semoga bermanfaat juga yaa πŸ™‚

    • kekekenanga says:

      Iya miris banget emang yahh.. rata2 RS memang sprti itu sekarang yang ditawarkan justru surat perjanjian pemberian susu formula ke baby nya 😦
      Jadi memang calon orangtua lah yang harus bawel ke pihak RS nya

  2. Wida Zee says:

    Teh keke ilang-ilangan mulu nih apalagi sibuk di tempat kerjanya ya jadi nggak ada wkatu buat bikin tulisan di blog huhu

    Oh iya moga aja teh keke cepet dapet calon suami yang baik hati dan seiman tentunya, aminkan πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s