Saat dia datang melamar

Sumber disini

“Dalam hidupku, aku berjuang hanya untuk 2 hal yaitu orang tua yang harus bahagia dimasa tua dan cinta yang akan mendampingiku selamanya”

Banyak orang bilang, disaat kita menolak sesuatu yang baik maka akan sulit untuk kebaikkan itu datang lagi.

Dalam hal ini adalah pernikahan. Jika pernikahan adalah sebuah perlombaan, apakah semua wanita akan menjadi pemenangnya, tidak, dari itu aku tidak akan berlomba.

Beberapa pria telah datang , tapi… disaat belum ada rasa sreg terhadap seseorang yang datang melamar, apakah harus dipaksakan untuk menerima hanya karena larangan tidak boleh menolak hal yang baik?

Menikah menurutku adalah proses pendewasaan sepanjang hidup. Maka ketika memutuskan untuk menikah, aku tidak mencari kriteria, melainkan partner. Artinya aku mencari seseorang yang mau belajar hidup dengan aku dan melihat aku lengkap dengan tanggung jawabku sebagai seorang anak dan juga seorang kakak.

Saat itu, aku telah memilih salah seorang yang datang melamar, tapi… aku dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Persyaratan tinggal diluar kota dan tidak boleh bekerja membuatku ragu, bukannya aku egois dengan karierku, namun akulah tulang punggung bagi kedua orangtua dan adikku. Aku sungguh tidak ingin menggantungkan tanggungjawab atas keluargaku pada oranglain, aku tidak mungkin mempertaruhkan masa depan keluargaku untuk pilihan ini.

Kodratnya laki-laki yang telah menikah masih tetap boleh mengutamakan ibunya baru kemudian istrinya, namun sebaliknya ketika wanita telah menikah maka tidak bisa lagi mengutamakan keluarganya tanpa seizin suami. Jika aku memutuskan tidak bekerja, maka akan sangat terbatas gerakku untuk membantu keluarga, pertama harus izin suami dan kedua karena pemasukkan hanya dari satu kepala yaitu suami. Sementara kalau aku bekerja, akan lebih mudah bagiku untuk tetap bisa mensejahterakan keluargaku dan juga bisa membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Allah Maha Mengetahui apa yang ada didalam hati setiap umatnya, penolakkan dan keraguanku tidak lain karena alasan keluarga dan jawaban atas istikhorohku. Aku berharap suatu saat nanti mampu menjadi istri shaleha tanpa meninggalkan baktiku sebagai anak, tugasku sebagai kakak dan kodratku sebagai ibu. Maka telah ku persiapkan segalanya mulai dini dan aku percaya Allah Maha Mengetahui apa yang dibutuhkan setiap umatnya.

Allah akan pertemukan dua anak manusia yang akan saling melengkapi untuk menyempurnakan separuh agama disaat yang paling tepat. InsyaAllah 🙂

Dear Calon imamku
Aku ingin sekali mengatakan bagaimana dan kapan kita bisa bertemu, namun aku tidak bisa karena hanya Tuhanlah yang tau. Jika tiba waktunya bagi kita untuk bertemu, tak akan ada yang bisa menghalangi. Seperti hujan, tidak akan ada yang bisa menunda waktu hujan, bahkan awan sekalipun. Teruslah berdoa, agar kita segera dipertemukan, maka malaikat Allah akan menerbangkan doa-doa kita kepada Sang Maha Cinta.

Advertisements

51 thoughts on “Saat dia datang melamar

  1. Fajrianti Njy says:

    Hai Kak Keke salam kenal 😊
    Tadi siang aku lg cari2 tentang echo jantung nyasar di blog kakak, ehhh akhirnya blog walking disini.
    Udah bbrp post aku baca, seruuu yaa blognya, sukak!!😍
    Apalgi postingan2 tntg jodoh *ehh 😜
    ahh i’ll be ur new reader 😊
    Btw, baru lamaran ya ka? Smg ini jodohnya yaa dan dilancarkan sampai hari H 😊

    • kekekenanga says:

      Hallo Fajri salam kenal juga dan trimakasih sudah mampir di blog aku yah 🙂
      Asiikk dapet pembaca baru nih.. semoga bermanfaat yah.
      Ya emang kl udah jodoh jodohan sih yah udah paling seru lah pokoknya hahhaa

      Iya aku baru lamaran, aamiin. Makasih yahh 🙂

  2. Yudi says:

    pembahasannya berat euy..
    kalau di aceh, ketika melamar berarti si pria harus siap dengan segala resiko termasuk mahar yang nggak terbilang murah 😀

  3. soeman jaya says:

    Kalaulah ‘lamaran sudah tiba waktunya … artinya Allah SWT, sudah berkehendak – tidak ada satupun ‘kekuatan yg dapat menghalanginya … apalagi Dia Bisa Memaksa … 🙂

  4. SITI FATIMAH AHMAD says:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Kekenanga…

    Insya Allah, jodohnya akan sampai jua. Banyakkan berdoa agar jodoh yang dipilih akan dipertemukan Allah dan dimudahkan urusannya. Kerana pernikahan mempunyai komitmen yang besar dan memerlukan persefahaman dan kasih sayang yang toleransi.

    Salam ramadhan dari Sarikei, Sarawak. 🙂

  5. @brus says:

    Rasanya inti permasalahan, sebagai seorang anak yang tetap ingin berbakti pada orangtua (baca, sebagai tulang punggung keluarga) … bukanlah ‘hal yg istimewa or muluk2 … anak yang ‘budi pekertinya baik harusnya memang begitu … namun bagi orangtua kewajiban itu ‘tidak mutlak … 😉
    Persoalannya, apakah calon suamimu ‘siap menerima paketan ini..? Moga2 cepat menemukan si~pria-ideal itu … 🙂

    • kekekenanga says:

      Iya tidak mutlak bagi mereka tapi bagi aku adalah kewajiban yg mutlak 🙂
      Calon suamiku kelak adalah calon suami yang sayang keluarga sehingga bisa menerima bahkan ikut serta bersama menjalankan kewajibanku yang juga menjadi kewajibannya, karena setelah menikahiku orgtuaku adalah orangtuanya begitupun sebaliknya. Aamiin 🙂

  6. Bang Cup(uh) says:

    jangan-jangan kamu kena pengaruh gara-gara ngebaca dua postingan ku kemarin yang ‘tentang pernikahan muda’

    hahahaa.
    ada noted baru plus puisi di sana, simak gih.
    Semoga man-teman bisa berefleksi dari sana.

    • kekekenanga says:

      Mungkin iya sih jadi kebawa ingin menceritakan kejadian yang aku alami ttng pernikahan juga.. ini belum apa2 kok masih ada cerita lagi .. coming soon 😀

      Meluncurrr

  7. febridwicahya says:

    Wiiiih Mbak Keke :)) hihihi keren kamu mbak Keke :3

    Semoga segera dipertemukan dengan Jodohmu ya mbak 🙂 yah, pastinya yang terbaik banget buat kamu dong :)) Allah nggak akan pernah salah ngasih kamu pasangan hidup mbak :))

    Semoga cepet muncul postingan ‘Akhirnya Dia datang melamar’ :))

  8. Ditter says:

    Hebat kamu, Ke. Bisa mengambil keputusan dengan tegas, demi yg terbaik utk dirimu sendiri dan keluarga. Semoga cepat ketemu sama jodohnya, ya. Jodoh yg hebat untuk orang yg hebat, aamiin… 🙂

  9. Wida Zee says:

    Alhamdulillah akhirnya teh keke sekarang sudah dilamar. Btw lamarannya diterima nggak teh? Jangan menunda lama-lama langsung aja ke pelaminan teh jangan lupa juga aku di undang yah hehehe.
    Tapi kenapa kalau sudah menikah nanti teh keke nggak boleh meneruskan kakirnya? Tapi kalau sudah menikah kita tidak bisa lagi hidup semaunya, harus minta izin kepada suami agar dapat restu. Mau bagaimanapun keputusannya itu yang terbaik untuk teh keke iya? *peluk manja teh keke* 🙂

    • kekekenanga says:

      Aaahhh kamu Wida masa masih nanya aku terima apa nggak huhuuu… coba disimak lagi heheheee…
      Nanti kalo udah fixed jodohnya pasti aku undang, awas nggak dateng yah hahaha…
      Dia ingin aku full time dirumah ngurus rumah tangga (anak dan suami), iya itu bener banget Wida, namun suami yang baik akan memahami bahwa kerjanya istri bukan hanya sumur, dapur dan kasur. Apalagi jika istri adalah seorang sarjana dan memiliki tanggungjawab atas kesejahteraan keluarganya. Suami yang baik tidak akan membiarkan tingkat intelektualitas istri tidak berkembang bahkan berhenti selepas menikah. Jika itu yang terjadi, bisa jadi hal itu merupakan dosa besar bagi seorang suami.

    • kekekenanga says:

      Dilema banget pokoknya…
      Sebagai anak pertama dengan adik yang berbeda jarak usia 11 tahun, tanggung jawab penuh memang harus gue pegang Ta.. kalo bukan gw siapa lagi!!
      🙂

  10. Yoga Akbar Sholihin says:

    Masya Allah, Mbak. Gue mau nangis bacanya. Hampir aja batal. Tulisannya bikin sedih. 😦
    ( oke ini lebay )

    Tapi, pilihan Mbak ini bijak banget menurut gue. Mementingkan keluarganya. :))
    Dia pasti datang, dan nggak ada lagi yang menghalangi. Semangat! 😀

    • kekekenanga says:

      hahahaa lebayyy banget, brapa tissu jadinya nih 😀
      Iya keluarga harus jadi yang utama apapun pilihannya 🙂
      Aamiin,, makasih yah,, tumben bener komentar nya hahaa

  11. bligum says:

    ya seperti hujan, Setiap hujan tidak selalu mengahdirkan pelangi, disanalah keikhlasan kita pada sebuah penantian diuji.
    Selamat menunggu calon Imannya 😉

  12. Riri says:

    Sepemikiran deh mba Keke :’)
    Walaupun belum sampai tahap lamaran sih hhi

    Tapi Insyallah mba,selama niatnya baik,terlebih untuk orangtua dan tetap berbaik sangka. Semua akan baik-baik saja..Semoga. Semangat yaaa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s