Pura-Pura Buta

127Hd

Uang dan kekuasaan bukan hanya bisa membeli harga diri tapi juga hukum dan keadilan. Mempermainkan kehidupan orang lain dan membolak-balikan hidup seseorang menjadi potret nyata hukum yang ada di negeri kita tercinta ini.

Adilkah ketika dia yang telah merenggut nyawa orang banyak bebas begitu saja tanpa hukuman, adilkah ketika seorang nenek pencuri kayu dan anak SD pencuri susu untuk adiknya yang kelaparan dipenjarakan?

Miris, saat keluarga korban justru berterimakasih dan menganggap keluarga dari orang yang telah merenggut nyawa tulang punggung keluarganya menjadi malaikat penolong karena pergantian nyawa dibayar dengan uang, mereka tidak menyadari bahwa itu merupakan sogokan agar kasusnya ditutup. Itulah gambaran nyata Indonesia, uang dan kekuasaan telah memutar-balikkan keadilan bagi mereka yang kecil, sampai mereka buta akan kebenarannya.

Sampai kapan akan terus seperti ini, akan menjadi seperti apa negara kita nantinya 

Patung pengadilan, patung Dewi Justitia digambarkan dengan bentuk sesosok wanita dengan mata tertutup memegang timbangan ditangan kanannya dan sebilah pedang ditangan kiri ataupun sebaliknya. Penutup mata pada patung Dewi Justitia mencerminkan bahwa keadilan seharusnya benar-benar ditegakkan secara obyektif tanpa ketakutan terhadap suatu pihak, tanpa pandang bulu dan mengharapkan sesuatu imbalan. Namun saat ini, penutup mata tersebut justru mencerminkan hal sebaliknya, mata hukum sudah tertutup dengan uang, kekuasaan, penghargaan dsb, dia telah benar-benar buta dan pura-pura buta.

Kita, warga kecil sudahΒ banyak yang mencoba menuntut keadilan dan hak nya, tapi apakah ada orang yang menyadari bahwa mereka yang mati-matian mengejar keadilan justru hilang tanpa kabar dan jejak, mungkin telah terbunuh oleh kekuasaan.

Aku berfikir, jika kita bersama dan bersatu, meskipun kita rakyat kecil pasti kita bisa mendapat keadilan dan kebenaran itu. Tapi aku salah, persatuan itu tetap tidak bisa mengalahkan kekuatan uang dan kekuasaan, akibatnya justru berimbas ke kita (warga kecil) lagi.

Kita memang tidak bisa merubah dunia, tetapi satu hal yang bisa kita lakukan adalah merubah diri kita lebih dulu πŸ™‚

Kita adalah bibit penerus bangsa, ayo selamatkan negara kita, jangan hanya diam saja dan menonton segala drama ini. Mulailah dari diri sendiri, tularkan kesetiap sudut lingkungan. Bayangkan jika setiap individu melakukan hal yang sama πŸ™‚

Semua keadaan ini memang terlihat tidak adil, namun keadilan yang sebenarnya akan ditimbang langsung oleh yang Maha Adil πŸ™‚

Ubahlah dirimu, Dunia berubah ditanganmu πŸ™‚

Kita Anak Indonesia ^_^

Advertisements

47 thoughts on “Pura-Pura Buta

  1. Wida Zee says:

    Tetehku keren banget kata-katanya ;;)
    Dari dulu kalau soal hukum, Indonesia emang belum adil dan belum merdeka. Yang mempunyai salah begitu besar kepada negara di bebaskan tapi yang mempunyai salah karena menyelamatkan nyawa seseorang harus di penjara. Kemanakan adil di indonesia ini? (:

  2. Bang Cup(uh) says:

    DEMI APA JAM 2 MALAM GINI GUE BACA POSTINGAN ELO PUT?.

    jujur, tadinya pas baca-baca di awal, gue mulai ngerasa artikel ini, wujud bagian dari pesimis. tapi setelah gue baca lengkap. Keren endingnya. Anak muda harus peduli pada keadaan tanah airnya. Bagimana caranya?. Turun tangan. Aku yakin, setiap anak muda, punya perannya masing-masing, terhadap sumbangsih kepada negeri tercintanya. Beberapa anak muda, memang harus di bangunkan. Karena tugas memimpin untuk situasi saat ini adalah menggerakkan. Melihat Indonesia hari ini, tidak cukup dengan berdiam diri.

    Lakukan apa pun, yang memberi sumbangsih, untuk orang lain, dan negeri ini. Al-fatihah…….., Amin.

    • kekekenanga says:

      DEMI LOVATO Baaaaangg 😐
      Pesimis sih nggak, cuma bentuk kekecewaan terhadap tontonan bangsa yg semakin jauh dr kata maju. Yang ada malah semakin runcing kebawah dan tumpul keatas.
      Kita sebagai anak Indonesia mmng tdk tdk boleh diam saja, setidaknya mulailah dr individu sndiri dan lingkungan, semoga bisa menyebar sampai ke pemimpin kita. Aamiin πŸ™‚

  3. TIRS says:

    Kadang gua aneh kalo liat orang yg protes soal keadilan pada pemerintahan, tapi dirinya sendiri belum bisa berlaku adil antar sesama. Ngatain koruptor dgn kata2 kotor tapi dirinya sendiri masih suka merampas apa yg bukan haknya. Keadilan selamanya jadi mimpi kalo tiap individu hanya mementingkan diri sendiri/golongan. Negeri ini akan semakin memprihatinkan kalo iman penduduknya terus melemah. Semua emang berawal dari diri sendiri, tapi lingkungan/pemerintahan juga harusnya membantu. Contoh sederhananya, hentikan tayangan2 yg gak bermanfaat, jangan bentuk karakter bangsa ini jadi menye2 kayak sinetron, jadi penggunjing kayak acara gossip, dan hal2 lain yg sebenernya mudah diserap otak.

    Kita berdoa aja semoga Allah memberi hidayah pada bangsa ini, pada para pemimpin, pada para karyawan, pada diri gua, dan semuanya. Semoga sinar terang itu masih ada. Semoga.

    #MaafJadiCurhatAbisnyaPengenNulisDiBlogSendiriGakBisa #HarusDipancingDulu #Hehe

    • kekekenanga says:

      Nahh iya itu betul, lingkungan dan pemerintah pun terdiri dr individu, jadi mmng harus yg dibenarkan adalah individunya dulu kemudian menyebarkan kebaikan dilingkungan, bagus2 bisa sampai ke pemerintah. Iman mmng tiang utamanya banget yah, baik itu pemimpin dan rakyat kl imannya lemah yaahh gampang digerakkin kaya boneka, jadilah bangsa yg saat ini kita tonton. Bukan cuma tayangan TV yg gk berbobot tp kondisi nyata negeri juga semakin tumpul keatas dan runcing kebawah.
      Semoga saja, yg terbaik untuk kita semua dan untuk negeri kita tercinta ini eeaaa…. abis ini lanjutlah posting di blog lo Ta πŸ˜€

        • kekekenanga says:

          suara terompet yang dikira terompet sangkakala itu ya? itu cuma fenomena alam ajah kayanya Hand, akibat pergeseran bumi. Suara tsb sbnrnya asalnya dari bumi bukan dari langit.
          Kalo bener itu suara sangkakala yg aku denger kayanya berulang2 deh, sedangkan dari ayat AlQuran tiupannya hanya 3 kali, tiupan 1 mematikan, ke 2 menghancurkan dan ke 3 membangkitkan kembali.
          Yaaa semoga ajah ini bisa menjadi peringatan bagi manusia2 yang sudah mulai lupa akhirat 😦

  4. kayka says:

    mmm miris memang ke, belum lagi orang-orang yang menegakkan hukum ini liat-liat juga siapa yang terkena masalah. jadi inget kasus si Dul, coba si Dul bukan anak siapa-siapa…

    salam
    /kayka

    • kekekenanga says:

      Iya Mba, itulah wajah para penegak hukum kita saat ini.
      Uang udah jadi raja mereka, bukan lagi dedikasinya terhadap negara, miris banget.
      Sekarang tersangka udah bebas manggung dimana2 tanpa rasa bersalah, yang lebih miris ucapan trimakasih keluarga korban sama Bapaknya karena dapet pergantian jaminan sekolah anaknya sampe S2.
      Siapa yang tau semua itu akan dipenuhi atau tidak. Dan mungkin ketika janji itu tidak dipenuhi, mereka sudah tidak berani mengangkat kasus ini lagi, CLOSE!

      • kayka says:

        keluarga korban buta hukum ya ke. udah gitu penegak hukum juga gak menolong untuk membuat keluarga korban melek hukum. sampe mereka ngucapin terima kasih karena udah dijanjiin jaminan sekolah, miris banget bacanya.

        enak ya mereka bisa bebas dari tanggung jawab hukum dan membayar murah telah menghilangkan nyawa banyak orang….

        salam
        /kayka

  5. nanoki says:

    Mengutip perkataan seseorang, dunia memang bukan tempatnya keadilan, karena surga dan neraka lah tempatnya keadilan. Dan aku setuju kak, memang kita sebenarnya bisa menciptakan dunia yang adil, walau tak seimbang.

  6. shiq4 says:

    Klo berbicara keadilan sih ga’ ada habisnya. Tuhan sih adil saja tapi kita sebagai manusia terkadang tidak bisa melihat keadilan itu sendiri. Uang… Uang… Dan lagi2 uang …

  7. Iwan Yuliyanto says:

    Soal keadilan yang kita terima (baik yg menguntungkan maupun yg merugikan) adalah bentuk ujian semata. Pada akhirnya akan sampai juga pada titik keadilan.

    Begitu juga bagi mereka yang berjuang menegakkan keadilan bagi orang lain, itu juga ujian. Mereka telah menjalankan pesan Nabi, yaitu sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

    Kalau di dunia saja mereka pura – pura buta, yakinlah bahwa mereka tidak akan bebas dari pertanyaan di akherat kelak saat dimintai pertanggung-jawaban. [QS.Al-A’raf:164]
    Jadi, mari tetap berupaya mengubah keadaan, kalo gak mampu dg tangan (kekuasaan), masih bisa dg do’a meski itu selemah-lemahnya iman. Yang penting tidak menjadi buta.

  8. katacamar says:

    yang lebih aneh lagi ketika seseorang mencari keadilan karena beras yang dibelinya bercampur dengan sesuatu yang palsu…
    aparat justru mengkriminalisasi.. mengintimidasi….
    benar-benar ngga nalar blasss….
    apa yang dibela aparat itu…. coba…
    sucofindo mengiyakan..kalau beras tersebut bercampur material kimiawi yang ndak biasa..

    menyedihkan sekali… dan benar-benar ndak habis fikir… ini kejadian kecil…
    kejadian-kejadian lain…terbaca semua idsosmed..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s