Mencari Masa Lalu

cerpen-cinta-dan-sahabat

Berjalanlah menuju masa depan dan tinggalkan masa lalu! Namun, masa lalu ini telah mengajarkan aku banyak hal dan aku ingin mengulangnya

Melihat gambar masa lalu, aku teringat pada 2 laki-laki yang pernah ada dalam hidupku. Mereka adalah laki-laki dengan pribadi yang berbeda, mereka memiliki kelebihan masing-masing, aku sangat mengagumi dan menyayangi keduanya πŸ™‚

Hendra dan Adit adalah sahabat aku. Kurang lebih 5 tahun belajar disekolah dan kampus yang sama dengan mereka adalah hal terindah dalam hidupku.

Singkat cerita. Kedua sahabatku ini nggak pernah mamprioritaskan pacaran dalam agenda hidupnya, mereka sungguh laki-laki yang berbeda. Namun, entah kapan perasaan saling kagum itu tumbuh menjadi perasaan sayang, sampai tiba di akhir semester, Hendra mengungkapkan perasaannya kepadaku dan saat itu juga dia tau bahwa aku lebih menyukai Adit yang aku sendiri pun nggak tau apakah Adit juga menyukai aku atau nggak.

Saat kejadian itu, Hendra dan Adit saling berselisih paham, perasaan cemburu buta Hendra menghancurkan persahabatan kami. Selama ini aku mengenal mereka, nggak pernah sekalipun mereka menjalani hubungan pacaran dengan seseorang, begitupun aku, tujuan kami hanyalah belajar dan menjadi manfaat buat orang lain. Aku nggak mau persahabatan ini hancur dan aku putuskan untuk menemui mereka berdua untuk menyelesaikan masalah kami.

K : Keke | H : Hendra | A: Adit *dirumah Adit, tempat kami biasa belajar bareng*

H : “Lo ngajak gue kesini sengaja mau bikin malu gue didepan Keke?”

A : “Hen, gue ngajak lo kesini biar kita bisa cepet selesain masalah ini. Biar gimanapun kita harus ketemu bertiga”

H : “Iya, lo berani ngomong gitu karena lo tau, Keke lebih milih lo daripada gue”

K : “udah, cukup berantemnya! kalian berdebat seolah gue nggak ada disini, kalian bertengkar seolah kalianlah yang berhak menetukan gue harus jadi pacar siapa. Hendra, gue sayang sama lo dan gue selalu mendoakan lo, gue nggak mau lo kehilangan prestasi lo dikampus.

A : “Tuh kan, Keke sayang sama lo, kenapa kalian nggak pacaran ajah”

K : “kita nggak pacaran karena selama ini hanya ada satu laki-laki yang selalu membuat gue gelisah, yaitu lo Dit”

H : “yaudah kalo gitu kalian pacaran ajah”

K : “tapi, apakah begitu penting jabatan sebagai seorang pacar untuk perasaan ini? Gue nggak membutuhkan jabatan itu, bisa merasakan perasaan ini ajah udah cukup buat gue. Apakah jika menyayangi seseorang kemudian dia jadi merasa berhak memiliki nya sendiri?

Tanpa menunggu jawaban, aku meninggalkan mereka berdua.

Sampai saat ini, aku nggak pernah tau apa yang mereka bicarakan setelah aku pergi. Yang pasti sejak saat itu hubungan persahabatan kami sudah kembali normal, tanpa perasaan cemburu dan ingin memiliki. Dengan kejadian ini juga, aku jadi tau bahwa ternyata Adit juga menyukaiku.

Hari wisuda pun tiba, dalam waktu yang berbeda aku berbicara dengan Hendra dan Adit

K : Keke | A : Adit

A: “Ke, akhirnya kita lulus bareng yah. Ini adalah awal kehidupan kita dimulai, setelah ini mungkin kita masih akan melangkah bersama atau justru memilih jalan masing-masing.

K : “Apapun jalan yang kita pilih, kita tau apa yang harus kita lakukan. Lakukan apa yang seharusnya lo lakukan dan lakukan apa yang menurut lo baik”

A : “Ke, mengenai perasaan ini, bener apa yang lo bilang, rasa sayang gue saat ini nggak boleh membuat gue merasa berhak atas diri lo seutuhnya, tapi, gue akan menyimpan ini untuk masa depan nanti.”

Saat itu aku hanya bisa tersenyum, nggak tau harus menjawab apa. Yang pasti, Adit tau apa yang seharusnya dia lakukan.

***

K : Keke | H : Hendra

H : “WOW Congratulation Kekeee… akhirnya nih toga gue pake juga

*sifat Hendra yang suka rusuh menjadi warna dalam persahabatan kami*

K : “Hmmm yayayaa tapi nggak ngeberantakin konde gue juga kan, dari jam 3 pagi nih masangnya

H : “hahaha kaya emak emak mau kondangan sih pake konde segala. Oya Ke, gue mau nanya deh.

K : “iya apa

*masih sibuk benerin konde*

H : “Kalau orang yang lo sayang jadi milik orang lain, apa lo cemburu?

*Aku diam memandangi Hendra beberapa detik*

K : “Selama dia masih menyayangi gue dan mendoakan gue, meskipun kita nggak pernah bertemu lagi, gue rasa nggak πŸ™‚

H : “hhmm.. Oke, cukup buat gue makin sayang sama lo

K : “hahahaa… gue juga sayang sama lo Hen

Hari wisuda yang kami nantikan telah berlalu, semenjak saat itu kami nggak pernah bertemu lagi. Kabar yang aku dengar, setelah lulus Hendra melanjutkan kuliah ke luar negeri dan Adit diterima bekerja di luar kota. Sementara aku masih disini membangun karier dan mengejar mimpiku. Mereka bukan laki-laki yang suka bermain sosial media, sehingga sulit untuk mencari kabar mereka, email yang ada pun adalah email tugas kampus yang mungkin sudah nggak pernah digunakan lagi.

Guys, I really miss you. Dimanapun kalian berada saat ini, semoga kalian dalam lindunganNya. Meski langkah kita telah berbeda, namun kisah ini akan menjadi saksi bahwa kita pernah melewati hari-hari yang indah bersama.

“Cinta dan kebutuhan adalah 2 hal yang berbeda. Cinta itu perasaan yang indah dan suci, cinta itu saling melepaskan, tidak memaksa untuk memiliki. Sementara kebutuhan itu mengerikan, dapat merusak akal sehat seseorang. Memiliki perasaan hangat berupa kasih sayang adalah sebuah anugerah bagiku, Adit dan Hendra, meskipun kami tidak harus saling memiliki. –KekeKenanga-“

Advertisements

47 thoughts on “Mencari Masa Lalu

  1. Beby says:

    Bener kata orang, kalok sejatinya ngga akan pernah ada persahabatan murni antara perempuan dengan laki-laki, karena selalu ada cinta yang menyertai.. πŸ˜›

    Semoga kamu, Hendra dan Adit bisa ketemuan lagi ya, Keeee.. :*

  2. Agan Irham says:

    Kalo orang gak nyari masa lalu, masa harus nyari-nyari masalah? πŸ˜€
    Kidding Keke hehe
    Ini komen yang serius: Masa lalu memang perlu dicari. Karena kadang seseorang bisa menggapai masa depannya setelah menemukan masa lalunya πŸ™‚

    • kekekenanga says:

      Jiahahaha.. jangan cari2 masalah atuhhh πŸ˜€
      hhmm… nggak setuju deh, biarkan masa lalu berjalan masing2 menuju masa depan, entah didepan akan bertemu ataupun tidak, setidaknya aku nggak harus berjalan mundur dengan mencari masa lalu hehehehee

      • Agan Irham says:

        Emang bisa jalan mundur gitu? wkwkwk
        Tetep jalan maju dengan bekal masa lalu sambil comot sana comot sini, lumayan dapet banyak. Nice lah pokoknya..

  3. @brus says:

    Masa lalu adalah kenangan kita ,,, masa kini adalah tempat kita menyulam cita & cinta, hari esok adalah impian agar kita selalu ‘bee happy … Bangkit dari masalalu, bangun untuk masa depan. Yang lalu biarlah berlalu, biarlah mantan or ex teman menjadi kenangan dan do’akan dia bahagia dgm ‘masa terkininya… :).

    Kurasa hatimu masih terpaut kenangan indah masa lalu saat bersama dia … masa lalu memang menyimpan kenangan, tapi itu bukan alasan untuk tidak melangkah ke depan kan? Hihihihi … πŸ˜‰

    • kekekenanga says:

      Setujuhhh Mas, aku rasa kami pun mmng sudah memiliki kisah masing2 dimasa kini.
      Tapi hatiku nggak terpaut didalam kenangan masa lalu kok hehehee, aku sudah jauh melangkah kedepan bahkan sudah sangat jauh πŸ™‚

    • kekekenanga says:

      Hendra sejak SMA tinggal dengan neneknya Mba dan skrng beliau sudah meninggal. Keluarga Adit sepertinya setelah wisuda mmng meninggalkan Jakarta jadi sekarang diapun kerja diluar kota. Aku cuma merindukan kisah kami saat bareng2 Mba, andaipun saat ini bertemu lagi pasti sudah dengan keadaan yang berbeda, mungkin juga bisa menjadi orang2 yang tidak saling mengenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s