Menuju Hijrah

Didalam Risalah Tabukiyah, hijrah dibagi menjadi 2 macam. Pertama hijrah dengan hati menuju Allah dan Rosul-Nya. Kedua yaitu hijrah dengan badan dari negeri kafir menuju negeri Islam. Diantara kedua macam hijrah ini, hijrah dengan hati kepada Allah dan Rosulnya adalah yang paling pokok.

indexDiusia ke 24 tahun, aku memutuskan untuk hijrah berubah kejalan yang lebih baik untuk mendekati Allah. Aku ingin berhijab. Tidak dipungkiri sebelum membalut auratku dengan jilbab, aku adalah wanita yang sangat up to date dalam berbusana, terbuka disana terbuka disini (masih dalam batas wajar). Ditambah dengan memiliki job tambahan sebagai model mengharuskan aku memakai baju yang sexy dan juga lingkungan kantor yang super modern dengan karyawan yang rata-rata sangat fashionable.

Keinginan berhijab itu datang disaat aku sedang senang-senangnya memakai rok mini dan menata rambut ikalku dengan berbagai macam model. Saat pertama menggunakan hijab, tidak sedikit rintangan yang aku lalui, mulai dari tatapan sinis, prasangka buruk, cibiran sampai dengan olokan yang tidak enak didengar.

Siapa yang mau menjalankan perintahNya, dapat dipastikan banyak halangan dan rintangannya”.

Alhamdulillah semua itu mampu aku lalui dengan membuktikan kepada mereka bahwa aku sungguh – sunggu berhijrah, bukan hanya karena trend atau apapun. Aku berhijrah karena Allah SWT.

Awalnya, sempat ada ragu dalam diriku untuk berhijab, iya.. nggak.. iya.. nggak. Toh aku pun sebagai manusia belum baik, rasanya tidak pantas berhijab. Beberapa hal juga terlintas difikiranku mengenai lingkungan, pergaulan, pekerjaan, lawan jenis dsb, kok sepertinya berat yah untuk berhijab. Saat itu terlalu gengsi untuk aku berkonsultasi dengan orang yang aku kenal. Takut ah dibilang sok alim. Dan akupun mencari jawaban itu sendiri “Dari mana datangnya keinginan berhijab?”.

Dan akupun menanyakan pertanyaan itu via email ke Hijab Alila dan Intan Noor alhamdulillah dibalas oleh mereka.

Balasan dari Hijab Alila :

“Dear kakak Kenanga yang insyaAllah sedang Allah tuntun menuju kecintaanNya 🙂

kakakku sayang, berhijab adalah kewajiban setiap muslimah yang sudah baligh. boleh dicek surat al ahzab ayat 59, annur ayat 31 :). Maka sama halnya dengan sholat, berhijab menjadi kewajiban dan sekaligus pembeda kita dengan ummat lainnya :). Luruskan lebih dulu niatnya karena Allah, agar segala proses dari penggalauan hingga terjadinya nanti semoga menjadi pahala kebaikan :)”

 #YukBerhijab kak ^^

Balasan dari Intan Noor :

“Hi dengan senang hati bs share sama kamu 🙂
Hijab itu bukan masalah ingin/tidak, namun suka atau tidak suka, perintah berhijab a/kewajiban dan itu bkn pilihan dear.

Orang yg berhijab memang tdk semuanya baik seketika, namun org yg baik a/yg mw berhijab krn niat menjalankan perintahNya.
Org ngeles, pasti bilang ga perlu jilbab fisik, hati aj dl. Lantas apa itu jwbn seorang muslim utk sang pencipta? Dg jilbab fisik bs jd reminder qt agar tdk melakukan hal maksiat.

Percayalah Allah memerintahkan berhijab krn semata-mata demi kebaikan qt. Bkn menunggu dtgnya hidayah, tp hidayah wjb dijemput, krn pasti qt ga akan mampu mengulang wkt jika Allah sdh memanggil. Bnyk manusia yg ingin dihidupkan kmbl, lantaran menyesal sewkt di dunia tdk berhija. Ikhlas hrs dipaksakan. Jgn berhijab krn manusia, krn itu tdk akan melanggengkan hijabmu. Smg membantu :)”

Masih belum puas dengan penjelasan Alila dan Intan Noor, aku follow juga twitter Ust Felix Siauw untuk membongkar TL nya guna mencari jawaban atas niatku untuk berhijab. Setelah itu, aku rasa sudah cukup semua jawaban yang aku dapatkan dari pertanyaan ku. Aku yakinkan diri dan hatiku untuk berhijab.

Dan kini kusadari bahwa berhijab bukanlah suatu keinginan, melainkan kewajiban bagi seorang muslim. Jika seorang istri untuk menyelamatkan suami dari neraka dan menjadikan suami sebagai orang terberuntung sedunia. Jika seorang anak untuk menyelamatkan ayahnya dari jilatan api neraka.

Satu langkah anak perempuan keluar rumah tanpa menutup auratnya maka mendekatkan satu langkah ayahnya menuju neraka.

Saat ini Hijab adalah identitasku sebagai seorang muslim. Banyak berkah dan rezeki yang aku dapatkan setelah berhijab. Sungguh Allah mencintai umat yang mencintaiNya, janjiNya pasti. Dulu aku berfikir, wah kalau aku berhijab nanti laki-laki nggak ada yang naksir nih, ternyata salah, yuk coba ubah mindset kita. Jilbabmu tidak sedetikpun menghalangi jodohmu, justru ia akan menyeleksi calon imammu karena kau dipilih bukan karena syahwatmu. Wanita berhijab bagai mutiara dalam cangkang yang hanya mampu di beli oleh orang tertentu. Dan akhirnya mereka yang awalnya mencibir dan mencurigai niatku, sekarang mereka juga yang mengatakan kalau auraku lebih terpancar setelah berhijab, alhamdulillah kan yaaahhh awesome :D.

Tapi, ada juga sih saat ini yang masih mencibir “Berhijab kok gitu”. Yang katanya masih suka judes lah, galak lah #padahalitubawaanmuka dan yang paling parah dibilang cabe-cabean hanya karena 2 sahabatku nggak bisa bawa motor dan kita mau cari makan keluar kantor, lalu yang disalahkan jilbab ku, disitu kadang aku merasa sedih, hmm miris sih yah. Jika aku sudah berhijab tapi lisanku masih menyakitkan, yang disalahkan jangan jilbabku, nanti akan aku perbaiki lagi kata-kataku, begitupun dengan perilaku aku.

Jika seorang muslimah berhijab dan ada orang yang mempermasalahkan akhlaknya, jelaskan bahwa antara akhlak dan jilbab itu 2 hal yang berbeda. OK!

Baca Juga : [Jilbab (Menutup Aurat itu WAJIB)]

Hijab juga tidak sedikitpun menghalangi passion, pergaulan dan hobiku, justru malah semakin berkembang, semakin dimudahkan jalannya tentunya lebih positif. Karena kalau mau yang aneh-aneh si jilbab ini selalu mengingatkan “malu sama jilbab loh” hihii. Hijab ini juga telah membawa aku kedalam lingkungan yang lebih baik, bukan cuma jadi rajin baca buku mengenai Islam, aku juga mendapat teman-teman baru yang saling berbagi ilmu, jalanku semakin dipermudah untuk berhijrah. Dengan berhijab aku merasa lebih terjaga dan lebih dihargai sebagai wanita, terlebih dari mata laki-laki yang nakal.

Seperti yang aku ceritakan diawal, biasanya orang yang menuju arah yang lebih baik, sering di bully temen bahkan saudara, tapi jadikan itu sebuah cambuk untuk lebih meyakinkan. Jangan takut, karena Allah ada bersamamu, menemani setiap langkah hijrahmu. Allah ingin menguji kesungguhan niatmu untuk hijrah menuju kebaikanNya, untuk hidup yang lebih tenang dan indah. Tetaplah melangkah meski cercaan mendatangimu, bersabarlah karena kesabaran akan berujung indah. Tegarlah, semua itu hanya ujian yang Allah berikan untuk menguatkan tekadmu untuk hijrah padaNya, bahkan ketika ada yang mengejek “sok suci” “munafik” “pencitraan” dsb. Abaikan! Setiap orang pernah berbuat salah, dan mereka juga punya kesempatan untuk memperbaikinya. Tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu dan tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan. 🙂

Hijab is my identity. Hijab cover my aurat, but not cover my capability to think and enrich my knowledge.

Berhijablah didunia, karena kita matipun akan dihijabkan dengan kain kafan.

Jangan menunda-nunda, karena ajalpun tidak bisa ditunda.

Ketika berfikir panas berhijab, ingatlah neraka jauh lebih panas.

Yuk Berhijab

Yuk Berhijab

Advertisements

21 thoughts on “Menuju Hijrah

  1. cumilebay.com says:

    Ternyata berat banget yaaa yg di pikul seorang ayah, kalo ngak bisa mendidik secara benar … langsung cuss neraka 😦
    Btw semoga dengan berjihab, menambah rasa iman kita kepada Allah

    • kekekenanga says:

      iya bener, setelah anak perempuan menikah barulah ayah terbebas dari semua pikulan dosa anaknya, karena sudah diambil alih oleh suaminya 🙂

      Maka, carilah istri yang sholeha maka surga yang didapatkan 🙂

  2. Beby says:

    Yap.. Berhijab itu wajib.. Perkara sikap dan perilaku penggunanya yaaaaa balik lagi deh ke masing-masing.. Jangan nyalahin hijabnya 😀

  3. mysukmana says:

    salam kenal mbak.keblasuk ke web nya jenengan…dimana mana klo wanita berjilb pasti kecantikannya bertambah mbak..kayak istri saya hehehe

  4. Alam says:

    hijab bukan simbol keimanan, tapi lebih dekat tempatnya dengan ketaatan.. meskipun begitu saya tetap punya prinsip kalau saya tidak akan berhijab..

  5. soeman jaya says:

    Alhamdulillah Wasyukurillah … di usia muda belia kesadaranmu akan ‘dunia dan akhiratmu sudah terpola … sungguh jempol 4 deh … saya do’akan Semoga selalu sukses dan Senantiasa dalam lindungan-Nya. Amin..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s