Ia Tetap Diam

Hati ini menanggung kesedihan dan kebahagiaan
Namun, ia tetap diam

Belum banyak yang dipelajari, apa yang dikatakan hidup
Kadang-kadang seperti diri sendiri
Kadang-kadang seperti orang lain
Terkadang seperti menangis, terkadang seperti tertawa
Hati ini adalah suara lembut kesunyian

Hidup ini adalah karunia Allah
Tidak seorangpun yang menyentuh dan melihatnya
Bicaralah dengan hatimu, mendengarkan hatimu
Pilihlah belahan jiwa menurut kata hati
Lepaskanlah pikiran dunia

Hati ini menanggung kesedihan dan kebahagiaan
Namun, ia tetap diam

Advertisements

5 thoughts on “Ia Tetap Diam

  1. darsonogentawangi says:

    Sama seperti ketika aku membaca baris2 puisimu itu…
    Hatiku berdecak kagum, namun bibirku tak bisa berkata apapun…
    “diam”

  2. soeman jaya says:

    Oww menarik sekali, tentang : “Hati ini menanggung kesedihan dan kebahagiaan ya? πŸ˜‰
    Saya yakin, “Tuhan Maha Adil dan Maha Penyayang tak pilih sayang, karena Tuhan selalu punya cara utk memberikan ‘rasa bahagia di sela2 kesedihan yg melanda hati kita. Jika kesedihan dan kesusahan menimpa kita, yakinlah tiada satu kejadianpun yg terjadi tanpa ada maksud dan pelajaran dari Tuhan. Subhanallah.
    Kesedihan mengajarkan kita utk mencari kebahagiaan. Kebahagiaan dan Kesedihan punya cara sendiri2 utk datang dan pergi. πŸ™‚ 😦
    Untuk itu sebelum tidur diantara do’a2, aku selalu berdo’a : “Tuhan, hapuslah kesedihan hatiku dan kebingungan pikiranku, dan bangunkanlah aku esok dlm kebahagiaan. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s