Kala Jodoh Tak Kunjung Datang

Untukmu yang mulai merasakan kesempitan didada,
karena menanti waktu perjanjian yang tak kunjung tiba.
Untukmu yang mendapati benih-benih kesedihan didalam jiwa,
karena kesepian yang terus mendera.
Untukmu yang setia menanti, namun pelengkap agama tak kunjung menemui,
membuat gundah hati semakin terakrabi.
Untukmu yang pernah salah berharap kepada seseorang,
lantas hatimu menyisakan luka karena dibuat kecewa.
Untukmu yang terus berusaha menemukan teman hidupmu,
namun Allah menakdirkan untuk menunda pertemuan itu.
Untukmu yang was-was dengan masa depan,
kapan saatnya rumah tangga serupa surga itu tercipta.
Agar hati menjadi sejuk, jiwa menjadi tenang, dan dada menjadi lapang,
apa yang perlu kita lakukan?

La Tahzan, innallaha ma’ana (Jangan bersedih, Allah bersama kita)

La Tahzan ^_^

La Tahzan ^_^

Ujian dari Allah tak ubahnya anak tangga yang bertingkat-tingkat. Dalam hidup, kadang kita terjatuh. Harapan yang kita miliki seakan lepas dari genggaman, impian yang kita punya seperti menguap begitu saja. Hati kita terasa sakit, jauh lebih sakit dibandingkan tubuh yang terpelanting dari tempat yang tinggi. Saat itu, kesabaran kita benar-benar diuji.

Jangan bersedih. Cukuplah kesedihan kita karena ingat betapa besar dosa kita sebagai hamba. Jangan bersedih. Allah itu Mahaluas kasih sayangnya. Dia nggak akan menguji hambaNya kecuali ingin melihatnya ingat, mengadu dan memohon kepadaNya.

Jangan bersedih. Ujian adalah salah satu bukti cintaNya pada kita. Allah menguji kita agar kita kuat dan semakin mulia di mataNya, agar dosa kita berguguran karena keteguhan hati dan usaha kita mengatasinya. Allah menguji kita agar kita layak mendapatkan surga.

Di dunia ini, nggak ada yang lebih mengerti semua keinginan yang terbesit di hati kecuali Dia. Allah Mahatahu apa yang terbaik buat kita.

Kesedihan itu manusiawi. Namun, kesedihan nggak akan berdampak apa pun, kecuali membuat pikiran kita tertutup terhadap kebaikan. Hanya kedekatan dengan Allah dan percaya terhadap ketetapanNya yang bisa mengurai kusut hati kita.

Kalau pernikahan kita dengan seseorang yang kita idam-idamkan dan tinggal menunggu hari ternyata batal, kita sebenarnya bukan gagal. Sebab, yang terjadi sebenarnya adalah Allah memilihkan orang lain untuk kita. Orang yang tentu saja lebih baik darinya. Jadi bukan gagal, Allah hanya sedang memberimu waktu.

Ya Allah, hanya kepadaMu aku berharap.
Aku serahkan urusan ini kepadaMu.
Jangan biarkan aku menanggungnya sendiri, walau sekejap mata.
Aku lemah. Tak kan mampu jika sendiri aku mengurusnya.
Jangan pula kau serahkan urusan ini kepada orang lain.
Sebab menaruh harap kepada makhlukMu
hanya akan membawakanku rasa kecewa.

Kepada semua yang hatinya sempit karena menanti jodoh yang tak kunjung datang, yakinlah, jika kau telah berusaha dengan sebaik-baiknya dan berdoa kepadaNya, ini hanya soal waktu. Semuanya akan berlalu. Seperti puasa, ada saatnya kita menahan diri, ada pula saatnya kita berbuka. Kita hanya bisa berusaha, nggak bisa memaksa kedatangannya. Jodoh akan datang jika Allah telah menetapkan saatnya untuk datang. Dan, seperti halnya puasa, semua penantian, rasa gelisah akan hilang seketika saat betemu pasangan idaman.

Advertisements

29 thoughts on “Kala Jodoh Tak Kunjung Datang

  1. ysalma says:

    Setuju, jodoh itu Dia yang menentukan, yang penting kita berusaha sebaik-baiknya. Kalau bukan jodoh, dalam hitungan hari, batal. Kalau jodoh, walau tak ‘niat’ utk menikahinya, eh malah nikah sama yang bersangkutan.
    *btw ini jawaban buat postingan yg di sebelahkah? #kepo πŸ™‚

  2. soeman jaya says:

    Assalamua’laikum K3nanga … Se7 sangat bahwa tidak perlu bersedih apalagi berkeluh kesah … karena saya yakin ‘penantian adalah satu ujian keimanan ,,,, tetapkanlah hati agar selalu dalam harapan … karena asa-ku, asa yg indah, apalagi keimanan tak hanya diucapkan … tetapi β€˜ketabahan dalam menghadapi segala cobaan … Nice … πŸ™‚

    • soeman jaya says:

      Dear K3 … πŸ˜‰
      Ada satu masa dimana orang yang duduk lebih baik dari orang yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan dan orang yang berjalan lebih baik dari orang yang berlari. πŸ™‚

      Maka ada saat dimana kita harus meredam dalam2 semangat … karena semangat adalah api, bisa menerangi, bisa membinasakan … Api yang cepat membara cepat pula padamnya. πŸ˜‰

      Padahal perjalanan menuju ke ‘t4 yg indah pd waktunya (pinjam kata *shintadarmawan…) … bukan membutuhkan api besar yang menyala sekejap, melainkan api yang terjaga nyalanya, sehingga perjalanan sampai pada tujuan yg di-idam2kan … itulah ‘api yg membara dalam dada ini … πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s