Syariat Cinta

Saat hati berbisik, sayup tak terdengar dan tak ingin mendengar
Setiap detaknya berbicara tentang sebuah rasa
Rasa yang tak ingin disadari, rasa yang tak ingin dirasakan

Saat hasrat terhalang syariat, cintapun harus menunggu

Mengabaikan rasa, menghalangi rasa
Tersimpan dalam hati, tergeletak tak berdaya didasarnya yang paling dalam
Demi syurga utuh tanpa gurisan

Rasa itu,
Akankah terlupakan oleh massa
Atau mungkin
Akan menjadi rasa yang abadi

Hati bertanya, siapa pemiliknya?
Hati tahu seolah tak tahu
Hati merasa seolah tak merasa
Hatipun menanti tapi seolah tak menanti

Saat hasrat terhalang syariat, cintapun harus menunggu

Keresahan jiwa menanti dalam tanya,
Kecewa atau bahagia?

Meyakinkan diri demi sebuah kerinduan
Menyaksikan seraut wajah cinta yang semakin tumbuh didalam hati
Berkabut dalam jarak pandangan
Mentari dan awan suram membayang dalam hati

Dalam kesunyian sujud hati berharap
Ikatan kemesraan akan terlaksana
Walaupun impian berkabut bayangan
Namun, ku yakin padaMu Tuhan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s