Senandung Jiwa

imagesPada suatu masa ada seorang laki-laki hebat menikahi wanita yang didambakannya. Wanita yang hanya satu kali dilihatnya, kemudian dalam hatinya berkata “Dialah yang akan menjadi ibu dari anak-anak saya”. Tidak lama setelah pernikahannya, lahir seorang bayi perempuan sebagai hasil dari buah cinta mereka. Bayi perempuan itu tumbuh menjadi gadis kecil yang cerdas dan periang menyempurnakan hari-hari laki-laki itu, dan laki-laki itu sungguh menyayanginya.

Ketika anak itu masih sangat kecil, laki-laki itu sering sekali menggendongnya, menyenandungkan sebuah lagu dan menari dengannya mengitari ruangan, dan ia selalu berkata kepadanya, “Aku menyayangimu gadis kecil.”

Tatkala si gadis kecil tumbuh menjadi besar, laki-laki hebat itu sering memeluknya dan berkata padanya, “Aku menyayangimu gadis kecil”. Si gadis kecil memonyongkan mulutnya dan berkata, “Aku bukan gadis kecil lagi”. Laki-laki itu tertawa dan berkata,”Tetapi bagiku, kau akan selalu menjadi gadis kecilku”.

Tiba waktunya laki-laki hebat itu melepas sang gadis kecilnya dibawa laki-laki yang hendak menjadi suaminya. Laki-laki yang begitu hebat yang mampu menyerahkan tanggung jawab menjaga gadis kecinya kepada orang lain. Si gadis kecil yang tidak lagi kecil itu meninggalkan rumah dan menjelajahi dunia bersama suaminya. Berada jauh dari keluarga membuatnya tersadar betapa dia menyayangi laki-laki itu. Betapa dia merindukan kalimat, “Aku menyayangimu gadis kecil”.

Sampai pada suatu hari, gadis itu mendapat kabar bahwa laki-laki itu terbaring tak berdaya. Gadis itu datang kepelukannya, gadis itu meletakkan kepalanya didada laki-laki itu dan berkata, “Aku menyayangimu Ayah”, apa daya laki-laki itu sudah tidak bisa apa-apa, untuk menggerakkan tanganpun dia sudah tidak mampu apalagi untuk berbicara.

Gadis itu tetap meletakkan kepalanya didada laki-laki itu, seketika terdengar dari dalam jiwa laki-laki itu “Aku menyayangimu gadis kecil”. Air mata tertumpah dari mata gadis itu, dia memeluk laki-laki itu serta berulang-ulang mengatakan, “Aku sangat menyayangimu Ayah”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s